REVIEW JURNAL
Judul : Nilai Ekonomi Hutan Mangrove Di Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang
Jurnal : Diponegoro Journal Of Maquares
Volume Dan Halaman : Volume 4 Nomor 3 dan Halaman 204-213
Tahun : 2015
Penulis : Ayu Dwi Purnamawati, Suradi Wijaya Saputra, Dian Wijayanto
Reviewer : Dewi Adinda (181201080)
Tanggal : 6 Desember 2020
Tujuan Penelitian :
Penelitian
bertujuan untuk mengetahui secara ekonomi nilai manfaat langsung, manfaat tidak
langsung dan nilai ekonomi total dari sumberdaya hutan mangrove di desa mojo,
kecamatan ulujami, kabupaten pemalang.
Subjek Penelitian :
Subjek penelitian ini adalah masyarakat
di sekitar hutan mangrove yang
mengerti dan mengetahui kondisi kawasan hutan mangrove di Desa Mojo.
Assemen data :
Menggunakan data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap lokasi penelitian baik
yaitu dengan wawancara terhadap warga Desa Mojo dengan alat bantu kuesioner.
Data sekunder ini
diambil melalui studi pustaka yaitu pengumpulan data-data laporan yang
diperoleh dari instansi terkait di Kabupaten Pemalang seperti BAPPEDA Pemalang,
Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemalang, Dinas Kelautan dan Perikanan Pemalang,
Kantor Lingkungan Hidup Pemalang, dan kelompok pengelola mangrove Desa Mojo
“Pelita Bahari”.
Metode Penelitian :
Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode yang
menggambarkan potensi kawasan hutan mangrove di desa mojo melalui valuasi
ekonomi ekosistem mangrove dengan mengunakan purposive sampling method, yaitu metode pengambilan sampel yang
memiliki pertimbangan bahwa responden yang dipilih adalah mereka yang mengerti
dan mengetahui kondisi kawasan hutan mangrove di desa mojo.
Langkah
Penelitian:
Responden yang dipilih adalah mereka yang mengerti
dan mengetahui kondisi kawasan hutan mangrove di Desa Mojo. Jumlah responden
yang diambil adalah 48 orang. Wawancara
dilakukan dengan masing-masing respoden dengan menggunakan kuisoner untuk memperoleh
perkiraan nilai ekonomi yaitu: manfaat langsung, manfaat tidak langsung,
manfaat pilihan, dan manfaat keberadaan dari hutan mangrove di Desa Mojo.
Hasil
Penelitian :
Nilai
ekonomi manfaat langsung hutan mangrove desa mojo, yang dimanfaatkan masyarakat
setempat, meliputi: a) perikanan tangkap: pencari kepiting dan nelayan
menggunakan perahu; dan b) perikanan budidaya: udang vaname, ikan bandeng dan
kepiting soka. Diperoleh nilai ekonomi total manfaat langsung per tahun Rp 200.364.004.000,00.
Nilai ekonomi manfaat tidak langsung dari hutan mangrove desa mojo yang
diestimasi melalui biaya pengganti, yaitu: a) sebagai penahan abrasi; b)
pemecah gelombang; dan c) penyedia unsur hara diperoleh nilai total manfaat
tidak langsung per tahun Rp 18.953.232.310,00;
dan nilai manfaat ekonomi total hutan mangrove desa mojo yang diperoleh hanya
dari sebagian jasa-jasa yang diambil dalam penelitian sebesar Rp 219.410.973.910,00 per
tahun dengan luas hutan mangrove 72 ha dan luas lahan tambak seluas 327 ha.
Kekuatan :
Metode yang digunakan berupa kuisioner merupakan metode
yang mudah untuk dilakukan dan juga penulis menjelaskan secara rinci nilai
ekonomi apasaja yang diperoleh dari hutan mangrove tersebut.
Kelemahan:
Kelemahan
dari peneltiian ini adalah pada bagian hasil
penelitian tidak menjabarkan perhitungan dari metode yang dipakai secara rinci.
Kesimpulan:
Kesimpulan
dari penelitian ini adalah hasil penelitian dapat memberi informasi pentingnya
mengetahui keberadaan ekosistem mangrove untuk kebutuhan kehidupan dari aspek
ekologi dan ekonomi dan
Sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak yang berkaitan dalam upaya pengelolaan
dan pelestarian ekosistem mangrove baik untuk konservasi maupun rehabilitasi di
Desa Mojo. Sehingga masyarakat dan pihak
yang berkewajiban dapat bekerjasama untuk menjaga kelestarian hutan mangrove
serta meningkatkan nilai ekonomi hutan mangrove di Desa Mojo.